Korupsi.id || Purwakarta – Isu dugaan hubungan asmara yang melibatkan dua kepala desa di Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, belakangan menjadi perbincangan publik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Garokgek, Mulyana, memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan adanya hubungan khusus dengan rekan seprofesinya.
Saat dikonfirmasi di Kantor Desa Garokgek, Kamis (15/01/2025), Mulyana menegaskan bahwa hubungan yang terjalin dengan kepala desa lain tersebut sebatas hubungan kerja dan profesional sebagai sesama pejabat pemerintahan desa.
Ia juga membenarkan bahwa dirinya telah berpisah dengan istri sahnya secara agama. Namun, Mulyana menegaskan perceraian tersebut tidak ada kaitannya dengan isu adanya orang ketiga seperti yang berkembang di tengah masyarakat.
“Perceraian ini bukan karena adanya hubungan dengan perempuan lain. Keputusan tersebut murni persoalan rumah tangga kami yang sudah lama tidak harmonis,” ujar Mulyana.
Menurutnya, ketidakharmonisan rumah tangga dipicu oleh perubahan ritme kehidupan sejak dirinya menjabat sebagai kepala desa. Tuntutan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat membuat waktu bersama keluarga berkurang.
“Dulu sebelum menjabat, saya lebih sering di rumah. Setelah menjadi kepala desa, aktivitas saya lebih banyak di luar untuk urusan pelayanan masyarakat. Dari situ sering terjadi perbedaan pendapat dan cekcok,” jelasnya.
Mulyana mengaku keputusan berpisah diambil sebagai langkah untuk menghindari persoalan yang lebih besar di kemudian hari. Sebagai figur publik, ia mengaku ingin menjaga nama baik pribadi dan institusi desa yang dipimpinnya.
“Saya sadar posisi saya sebagai kepala desa. Saya tidak ingin persoalan rumah tangga berdampak negatif atau menimbulkan masalah lain di tengah masyarakat,” katanya.
Terkait isu dirinya telah menikah kembali, Mulyana dengan tegas membantah kabar tersebut.
“Dengan nama Allah, saya bersumpah bahwa isu saya bercerai karena orang ketiga atau sudah menikah lagi itu tidak benar. Saya tidak pernah menikah dengan siapa pun setelah berpisah,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kedekatannya dengan rekan seprofesi yang dimaksud semata-mata karena kepentingan pekerjaan. Aktivitas bersama, kata dia, kerap dilakukan dalam konteks kedinasan dan tidak dilakukan berdua saja.
“Kalau terlihat bersama, itu karena urusan kerja. Kami satu profesi, sering ada kegiatan di kabupaten, dan berangkat bersama karena searah. Itu pun tidak berdua saja, ada orang lain juga,” paparnya.
Di akhir pernyataannya, Mulyana berharap masyarakat tidak mudah mempercayai isu yang belum jelas kebenarannya dan tidak membesar-besarkan persoalan pribadi.
“Saya berharap masyarakat bisa lebih bijak menyaring informasi. Mari kita saling mendukung dan mendoakan agar saya bisa fokus bekerja demi kesejahteraan warga Desa Garokgek,” pungkasnya.








