Korupsi.id, Tasikmalaya – Ratusan massa yang datang dari berbagai elemen dan pendukung paslon No Urut 1, 2, 3 dan 5, Jum’at ini (29/11/24) menggeruduk Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasik. Mereka datang dengan menggunakan ratusan kendaraan roda dua dan roda empat. Akibatnya, jalur utama keluar-masuk Kota Tasik mengalami kemacetan hingga ratusan meter.
Berdasarkan pantauan awak media dilapangan, Jum’at siang, sambil melantunkan shalawat, mereka meminta agar Bawaslu keluar dan memberikan penjelasan seputar puluhan laporan yang telah disampaikan oleh berbagai elemen. Namun hingga hari ini laporan itu tidak pernah ada realisasi atau laporannya. Untuk itu, masa meminta agar Bawaslu segera memberikan keterangan seputar hal itu
Salah seorang Tim Pemenangan Paslon No 5, H. Rana dalam orasinya mendesak agar Bawaslu segera menindak-lanjuti laporan dugaan adanya praktek politik uang oleh salah satu paslon. Hal itu, kata Rana, jelas-jelas telah menodai demokrasi
Selain itu, tutur Rana, Tim Paslon No 1, 2, 3 dan 5 telah bersepakat untuk menolak hasil Pilkada 2024 di Kota Tasik, karena cacat hukum. “Kami bersepakat menolak hasil pilkada serentak di Kota Tasik,” tegas Rana yang juga Ketua Indoboxing Kota Tasik. Sementara itu masa terus berorasi dan meminta Ketua Bawaslu, Zaki Pratama untuk menemuinya dan memberikan penjelasan seputar proses penyelesaian laporan yang datang dari masyarakat
Ditempat terpisah, salah seorang Tim Paslon No Urut 1, Dindin C Nurdin, mengatakan bahwa aksi massa di Kantor Bawaslu itu merupakan protes masyarakat terhadap kinerja Bawaslu yang diduga tidak fair play sebagai “Wasit Pilkada
Menurut Dindin, munculnya narasi publik dengan kalimat sangat menohok dan satiris “Selamat Datang Wali Kota 150 Ribu” seakan-akan ngepret wajah Bawaslu. Itu artinya, lanjut Dindin, masyarakat dengan mata telanjang menyaksikan “siaran langsung” penyuapan suara secara massal dan massif








