Kediri – Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersama Aliansi Jurnalis Kediri Raya menyampaikan tuntutan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kediri agar melakukan evaluasi terhadap Kepala SMKN 1 Kota Kediri terkait dugaan provokasi terhadap siswa dan penyebaran data pribadi (doxing).
Desakan tersebut disampaikan dalam pernyataan sikap yang menilai perlunya langkah administratif dari dinas pendidikan guna menjaga kondusivitas lingkungan sekolah dan memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik. Hingga berita ini diturunkan, dugaan tersebut masih menjadi polemik dan belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap.
Ketua LSM RATU (Rakyat Muda Bersatu) Kediri, Saiful Iskak, mengatakan pihaknya meminta Cabang Dinas Pendidikan melakukan penelusuran dan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap ada evaluasi yang objektif agar proses belajar mengajar tetap berjalan baik dan semua pihak mendapatkan kepastian,” ujar Saiful.
Saiful juga menyebut adanya dugaan penyebaran nomor kontak seorang warga ke grup internal sekolah yang kemudian memicu pesan-pesan bernada intimidatif melalui aplikasi percakapan. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Selain itu, Saiful menyatakan bahwa apabila tidak ada tindak lanjut, pihaknya mempertimbangkan untuk menyampaikan aspirasi ke instansi pemerintah di tingkat provinsi.
Praktisi hukum dari RHN Law Firm yang mendampingi LSM Gerak Indonesia, Moh. Rifai, S.H., menilai kasus ini perlu ditangani secara hati-hati karena diduga melibatkan siswa yang masih berstatus anak. Ia menekankan pentingnya perlindungan anak, proses hukum yang transparan, serta penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi siswa. Jika memang ada dugaan pelanggaran, proses pemeriksaan harus dilakukan secara profesional dan tetap menghormati hak semua pihak,” kata Rifai.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Adi Prayitno, menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Kota Kediri berjalan normal.
“Alhamdulillah pembelajaran di SMKN 1 Kota Kediri berjalan kondusif, murid-murid belajar dengan sungguh-sungguh,” ujar Adi saat dimintai tanggapan.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai tuntutan evaluasi terhadap kepala sekolah, Adi kembali menegaskan bahwa kepala sekolah, guru, dan siswa bekerja dengan baik.
“Alhamdulillah kepala sekolah, guru, dan murid bekerja dengan baik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMKN 1 Kota Kediri belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh sejumlah LSM dan aliansi jurnalis tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak sekolah apabila ingin menyampaikan klarifikasi atau tanggapan lebih lanjut.








