Timor Tengah Selatan || Korupsi.id – Kecelakaan bus yang terjun ke jurang di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (1/11/2026), mengakibatkan tiga penumpang mengalami luka-luka. Salah satu korban diketahui merupakan mantan narapidana kasus korupsi kredit bermasalah Bank NTT, Paskalia Uun Kurnelawati Bria (66).
Paskalia, yang pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Pemasaran Kredit Bank NTT, mengalami kecelakaan bersama dua penumpang lainnya, yakni Marthina Gadibura (61) dan Petrus Pete (61). Ketiganya dilaporkan mengalami luka-luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di Jalan Timor Raya, Desa Oenino, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS. Bus bernomor polisi DH 7192 AA itu diketahui mengangkut 30 penumpang dari Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menuju Kota Kupang.
Kasat Lantas Polres TTS, Iptu I Gusti Komang Astina, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga bermula ketika sistem pengereman bus mengalami gangguan atau rem blong saat melintas di lokasi kejadian.
“Ada tiga penumpang yang mengalami luka-luka ringan,” ujar Astina kepada detikBali, Minggu (1/11/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, bus yang dikemudikan Adrianus Sittu (46) diduga tidak dapat dikendalikan ketika pengemudi berusaha mengurangi kecepatan dengan menginjak pedal rem berulang kali.
Dalam kondisi darurat, sopir berupaya menghentikan kendaraan dengan mengarahkan bus ke tumpukan material tanah bekas galian. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Bus terus melaju hingga menabrak pembatas jalan. Benturan kemudian berlanjut ketika bagian kanan kendaraan menghantam tebing dan sejumlah pohon kelapa sebelum akhirnya terjun ke jurang.
Akibat kejadian tersebut, tiga penumpang mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuh. Mereka kemudian dievakuasi ke Puskesmas Niki-niki untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, 27 penumpang lainnya dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Mereka dievakuasi dan dipindahkan ke bus lain agar dapat melanjutkan perjalanan menuju Kota Kupang.
Polisi Soroti Kondisi Teknis Bus
Selain mengakibatkan korban luka, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada kendaraan. Bagian depan bus, ban, dan as roda dilaporkan mengalami kerusakan. Bahkan, per bus juga disebut putus.
Hingga Minggu, bus tersebut masih berada di lokasi kejadian dan belum dievakuasi. Satlantas Polres TTS masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Astina juga menyoroti dugaan kelalaian dalam pemeriksaan komponen pengereman kendaraan sebelum beroperasi.
Menurutnya, kondisi teknis kendaraan, khususnya sistem pengereman, semestinya menjadi perhatian serius demi menjamin keselamatan pengemudi maupun seluruh penumpang.
“Jadi memang ada kelalaian karena sopirnya tidak memperhatikan komponen pengereman mobil tersebut dengan baik sehingga terjadinya kecelakaan,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk memastikan sistem pengereman berfungsi optimal.
Keselamatan puluhan penumpang seharusnya menjadi prioritas utama. Karena itu, hasil penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara jelas penyebab kecelakaan serta memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.








